Pahit benar kalau dirasa baik-baik. Tidak ada rasa yang sebaik ini jika kita hanya berdiam diri. Renung-renung malam sepi dalam untaian nada tak bersuara hanya merintih, menangis, sedih, luka bagai terkulai lemas. Aku dan jiwaku terpaku dalam nada-nada yang tak bisa di ungkapkan kata demi kata, bait demi bait, dan alur demi alur. Cerita panjang yang akhirnya kandas dalam perjuangan sesaat.
Melawan taqdir adalah hal yang paling tidak mungkin dilakukan oleh seorang manusia tidak berdaya seperti kita, mengubah arang menjadi api, mengubah debu menjadi asap, mengubah angin menjadi hujan, mengubah air mata menjadi tawa. Semua itu adalah hal-hal tersulit yang tak dapat di tembus akal manusia seperti kita, berjuang untuk hidup atau berjuang untuk berkuasa.
Hari yang satu dengan hari yang lain telah berlalu dalam mutiara pujangga harahab, melantunkan berkat demi keindahan sesaat, membawa pahit duka nestapa yang begitu mendalam. Merubah alur menjadi jalan panjang yang tak berketentuan arah. Berontaklah, anestesia! Berontaklah! dalam dawai yang tersendak dari dulu mati.
Bergumam dalam nyanyian arwah yang tak pernah terdengar dan terasa dari hati setiap manusia yang mati. Aku dan perjalanan hidupku kini mulai melarikana diri dalam hutan-hutan cemoohan, huta-hutan hinaan, hutan-hutan makian dan perulangan yang tak dapat dipungkiri baik atau buruknya.
Aku dalam aku kian makin marak bertanya dalam dengki dan dendam. Mengubah kata maaf menjadi bencana panjang. Aku tak sanggup membawa semua beban yang terkulai lebar sendiri, membawa lari darah yang membawaku dalam ajal kematian.
Tapi, kini kesadaranku mulai nyata adanya, bahwa aku dalam hidup ini harus yakin akan merpati putih yang baik dan penuh tanya, memaafkan semua, membuatnya menjadi indah pada waktunya.
Berlarilah dengan mulia dalam hidup yang penuh dusta nestapa, berlarilah dengan membawa kehancuran yang tak kunjung datang. Yakinilah semua berubah dengan indah dan nikmat, penuh rasa, penuh suka cita, baik cepat atau lambat, kelak dunia akan membuktikan kebenaran mutlak yang tak terelakan.
-END-
Cerpen ini merupakan karangan dari Rashyid. Diambil dari cerpenmu.com yang dipublish pada tanggal 30 mei 2012.







0 comments:
Post a Comment